Tugas Agung Heri Contoh Teks Berita Dan Sejarah yang tidak terdokumentasi

1. Tugas Contoh Teks Berita yang dikerjakan oleh 
Nama : Agung Heri
Kelas : XII KJA


Kesurupan masal yang terjadi di SMK PGRI 3 Malang



    Kesurupan masal yang terjadi di SMK PGRI 3 Malang pada hari Sabtu (14/11/15) lalu kembali terulang. Hari Senin (16/11/15) kemarin sebanyak 10 Siswa mengalami kerasukan di halaman sekolah pada pukul 06.45 WIB.

     Menurut M Lukman Hakim, M.Pd, selaku kepala sekolah SMK PGRI 3 bahwa penyebab terulangnya kesurupan masal tersebut karena siswa masih mengalami ketakutan yang berlebihan sehingga menimbulkan alam bawah sadar siswa muncul.

    Menurut Lukman, siswa yang kesurupan pada hari Senin kemarin berjumlah 10 siswa. Sedangkan peristiwa kesurupan pertama pada Sabtu lalu berjumlah 15 siswa. Lukman menerangkan bahwa awal mula kejadian tersebut terjadi ketika siswa jurusan penjualan mengadakan sebuah bazaar mingguan. Kegiatan tersebut tidak lain untuk melatih siswa untuk mendapat keuntungan yan lebih besar. Namun disamping mengadakan bazzar siswa tersebut juga kerap mempertontonkan pertunjukan seni. Pada bazaar tersebut siswa menampilkan kesenian kuda lumping. Kemudian salah satu siswa menyalakan dupa. Hal itu lah yang disinyalir penyebab kesurupan masal tersebut.

    Ada sekitar tiga ustad yang menangani siswa yang kerasukan tersebut. Mereka yang kerasukan dan yang pingsan langsung dibawa ke masjid untuk dilakukan meditasi, Setelah sadar siswa yang mengalami kerasukan selanjutnya diantar kerumah masing-masing. Setelah seluruh siswa di pulangkan segenap guru langsung berinisiatif untuk membersihkan masjid yang digunakan untuk menyadarkan siswa yang kesurupan.

    Untuk mensterilkan sekolah dan mengurangi rasa takut yang dialami oleh siswa yang kesurupan maupun tidak, hari ini seluruh siswa diliburkan. Pihak sekolah bahkan berencana akan memanggil orang yang dianggap bisa berkomunikasi dengan makhluk halus. Selain itu pihak sekolah akan memanggil wali murid yang mengalami kesurupan guna memberi konfirmasi agar sekolah bisa tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan siswa untuk pemulihan. Pada Keesokan  harinya sekolah mengadakan pengajian bersama di masjid guna menenangkan hati para siswa agar tidak mengalami rasa takut yang berlebihan. 

2. Tugas Contoh Sejarah yang tidak terdokumentasi yang dikerjakan oleh 
Nama : Agung Heri


Kelas : XII KJA

Sejarah Semboyan Bhineka Tunggal Ika 



       Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa ditemukan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada abad XIV pada era Kerajaan Majapahit. Mpu Tantular merupakan seorang penganut Buddha Tantrayana, namun merasakan hidup aman dan tentram dalam kerajaan Majapahit yang lebih bernafaskan agama Hindu (Ma’arif A. Syafii, 2011).

     Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi terbatas antara Muhammad Yamin, I Gusti Bagus Sugriwa, dan Bung Karno di sela-sela sidang BPUPKI sekitar 2,5 bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia(Kusuma R.M. A.B, 2004). Bahkan Bung Hatta sendiri mengemukakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan ciptaan Bung Karno pasca Indonesia merdeka. Setelah beberapa tahun kemudian ketika mendesain Lambang Negara Republik Indonesia dalam bentuk burung Garuda Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika disisipkan ke dalamnya.

    Secara resmi lambang ini digunakan dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yg dipimpin oleh Bung Hatta pada tanggal 11 Februari 1950 berdasarkan rancangan yang diciptakan oleh Sultan Hamid ke-2 (1913-1978). Pada sidang tersebut mengemuka banyak usulan rancangan lambang negara, selanjutnya yang dipilih adalah usulan yang diciptakan Sultan Hamid ke-2 & Muhammad Yamin, dan kemudian rancangan dari Sultan Hamid yang akhirnya ditetapkan (Yasni, Z, 1979).
Dalam proses perumusan konstitusi Indonesia, jasa Muh.Yamin harus diingat sebagai orang yang pertama kali mengusulkan kepada Bung Karno agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan sesanti negara.

      Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keberagaman. Jika dilihat dari kondisi alam saja Indonesia sangat kaya akan ragam flora dan fauna, yang tersebar dari ujung timur ke ujung barat serta utara ke selatan di sekitar kurang lebih 17508 pulau. Indonesia juga didiami banyak suku(sekitar kurang lebih 1128 suku) yang menguasai bahasa daerah masing-masing(sekitar 77 bahasa daerah) dan menganut berbagai agama dan kepercayaan. Keberagaman ini adalah ciri bangsa Indonesia. Warisan kebudayaan yang berasal dari masa-masa kerajaan hindu, budha dan islam tetap lestari dan berakar di masyarakat. Atas dasar ini, para pendiri negara sepakat untuk menggunakan bhinneka tunggal ika yang berarti "berbeda-beda tapi tetap satu jua" sebagai semboyan negara.

    Masyarakat Indonesia pada umumnya mengetahui arti “bhineka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu, itu hanya sebatas sebagai konsep semboyan NKRI, sesungguhnya Bhineka Tunggal Ika asli konsep Ketuhanan, penulis bukan hendak mengklaim sesuatu kebenaran (Truth Claim) tetapi mengungkap fakta yang ada . Teks asli Bhineka tunggal Ika itu terpotong sehingga maksud yang sebenarnya tidak diketahui. Teks asli berbunyi :
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.
Terjemahan:
Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat (sat) yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. (Kakawin Sutasoma 139, 5)
Maksud dari kedua kakawin tersebut bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya satu tidak ada yang kedua (tan hana dharma mangrwa), Tuhan yang dimaksud disini adalah Buddha dan Siwa (Mahadewa), yang merupakan dua Agama yang menonjol pada jaman Majapahit dari beberapa agama yang ada , di Bali dahulu ada 9 Agama (sekte/kepercayaan), demikian juga di beberapa wilayah Indonesia terdiri dari beberapa Sekte.
   Para pendiri negara juga mencantumkan banyak sekali pasal-pasal yang mengatur tentang keberagaman. Salah satu pasal tersebut adalah  tentang pentingnya keberagaman dalam pembangunan selanjutnya diperkukuh dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana tercantum dalam ketentuan Pasal 36A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Komentar

  1. teks beritanya, penjabaran peristiwanya kurang
    sejarah,,tambahkan nukilan naskah asli bhineka

    BalasHapus

Posting Komentar