Tugas Galah Ringgo Contoh Teks Berita Dan Sejarah Yang Tidak Terdokumentasi

1. Tugas Contoh Teks Berita Yang Dikerjakan Oleh
Nama : Galah Ringgo
Kelas : XII KJA

Empat Siswa SMK PGRI 3 Malang Jatuh dari Lantai 4

MALANGTIMES - Empat orang siswa SMK PGRI 3 Malang jatuh dari lantai empat pada Kamis (12/10/2016) pukul 10.30 WIB.
Usai berolahraga, keempat siswa kelas XII Pembangkit Tenaga Listrik bersandar di atap gedung antara gedung B dan C SMK PGRI 3 Malang, Jalan Raya Tlogomas IX no 29 Kota Malang.
Akibat tak kuat menahan beban, asbes lantai empat gedung jatuh ke lantai tiga sehingga mengakibatkan empat siswa terluka dan dua diantaranya terpaksa dilarikan ke IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Malang.
"Saya tidak tahu persis kejadiaannya. Begitu dikabarin ada siswa yang jatuh, kami langsung membawanya ke rumah sakit," jelas Waka Kesiswaan SMK PGRI 3 Malang, Santur Hidayat saat ditemui MalangTIMES di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah pada Kamis (13/10/2016) siang.
Empat orang korban adalah Alfin Sudarsono, Ikbal Ramadhan Laksono, Iqbal Aji dan M. Alvan Jati Nugroho. Dua orang siswa yakni Iqbal Jati dan M. Alvan Jati Nugroho mengalami luka di bagian dagu.
"Lukanya tidak terlalu serius. Hanya luka di bagian dagu saja, yang dua lagi malah tidak perlu dibawa ke rumah sakit karena sudah ditanggani dokter sekolah," tambah Santur. (*)

2. Tugas Contoh Sejarah Yang Tidak Terdokumentasi Dikerjakan Oleh
Nama : Galah Ringgo


Kelas : XII KJA

Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal Minang Yang Terlupakan Sejarah

    Minangkabau banyak melahirkan sejumlah tokoh-tokoh besar pada republik ini, nama mereka diabadikan dalam buku-buku sejarah dan pelajaran Indonesia. Namun banyak juga yang luput dan sedikit terlupakan.
       Genereasi muda Minang mungkin akan masih sangat akrab dengan nama M. Hatta, Sutan Sjahrir, Hamka, M Yamin dan sederet tokoh yang namanya banyak diabdaikan dalam buku sejarah atau nama jalan di republik ini, namun apakah ada yang tahu dan mengenal tentang Tamar Djaya.
    Dosen dan juga peneliti di Universitas Leiden, Suryadi Sunuri menuliskan bahwa Tamar Djaya merupakn wartawan dan penulis hebat dimasanya. Beliau mulai masuk dalam dunia tulis menulis sejak 1930. Tulisannya diterbitkan sejumlah harian dan mingguan yang beredar antara tahun 1940 hingga 1970-an.
    “Tulisannya bak buah rambai dilambuik an diberbagai harian dan berkala,” begitu tulis Suryadi dalam blog pribadinya.
      Karya dan tulisan-tulisan Tamar Djaya meliputi tulisan tentang politik, tulisan Islam, karya fiksi, Otobiografi sejumlah pemimpin/intelektual Indonesia dan tulisan yang bersifat umum mengenai budaya dan kehidupan keluarga.
       Suryadi juga menuliskan jika, Tamar menulis tentang tokoh-tokoh besar Indonesia di awal tahun 1950an dan 1960-an (2 jilid). Ia juga menulis riwayat hidup dan kiprah politik banyak tokoh lain: tentang A. Hassan, M. Natsir, Bung Tomo, Rohana Kudus, Trio komunis Indonesia (Tan Malaka, Semaoen dan Alimin), Abang Betawi, Sukarno dan Hatta, ketua Masjumi Dr. Soekiman Wirjosandjojo, dll.
    Dalam buku Sudarmoko juga dituliskan bahwa Tamar Djaja pernah memimpin majalah HPII Pahlawan Muda dan majalah PERMI Keris di Bukittinggi.
Tamar Djaya juga seorang tokoh pergerakan. Dia aktif dalam gerakan pemuda dan partai politik, antara lain Himpunan Pemuda Islam Indonesia (HPII), partai politik Persatuan Muslim Indonesia (PERMI), dan menjadi anggota pengurus pusat kedua organisasi tersebut.

     Tahun 1950 memimpin majalah Kursus Politik bersama M. Dalyono di Jakarta. Tahun 1950-1953 memimpin majalah Suara Partai Masjumi. Tahun 1953-1954 memimpin majalah Mimbar Agama dan majalah Penuntun, keduanya diterbitkan oleh Departemen Agama RI. Tahun 1957 memimpin majalah Daulah Islamiyah dan menjadi ketua umum Himpunan Pengarang Islam.


Komentar

Posting Komentar